Gue suka baca buku. Salah satu buku yang paling gue suka yaitu buku sajak. Setiap baca sajak selalu sukses bikin gue merinding dan bikin mikir, "Gila, dapet darimana nih kata-kata ginian.". Karena kebanyakan baca buku sajak jadi bikin gue ikutan drama dan ikutan bikin sajak versi gue. Kata temen gue, semakin nggak ngerti sebuah tulisan dibaca, berarti tulisan itu keren. Dan dia nggak ngerti baca sajak gue. Itu artinya sajak gue keren. Mehehehehehe.
Akhirnya, abis dua hari nggak bisa tidur, dapet segini doang. Lumayan.
#1
Sekelebat
hangat meluruhkan debu yang membatu. Kemudian mengalir ke sungai yang bermuara
di kolam lumpur, dan kembali membatu.
#2
Seperti
daun jati yang menunggu digugurkan oleh embun yang menggerogoti dahannya.
Haruskah ia berterima kasih? Atau haruskah ia menghujat embun yang
menjatuhkannya?
#3
Tak
tahu apakah tempat itu neraka atau bukan. Sekali tercipta bincang yang tajam,
namun sekali tercipta kepingan kristal salju yang putih.
Tak
tahu apakah tempat itu neraka atau bukan. Selalu tersaji makanan hangat di
dalamnya, ketika tidak seorangpun yang ingin tinggal disana.
Tak
tahu apakah tempat itu neraka atau bukan. Lukisan bunga tulip yang terbagi tiga
tergantung apik di dindingnya, kaku menatap bocah kecil yang menangis di
hadapannya.
Tak
tahu apakah tempat itu neraka atau bukan. Bocah yang dulu mengutuk tempat itu,
kemudian merengek ingin kembali ke dalamnya.
#4
Gubuk
reyot itu berdiri rapuh di pusat kota. Dindingnya yang terbuat dari bambu tak
kuat menahan bisingnya hiruk pikuk kota. Pintunya selalu terkunci, tak tahu
kemana perginya. Bahkan di salah satu dingdingnya miring tak tersangga.
Sesekali ada yang peduli menyenderkan tiang bambu ke dindingya yang miring.,
atau membersihkan halamannya, atau menyiramkan air ke tanaman yang tumbuh di
depan jendela. Namun tak pernah ada yan g membukakan pintu untuk mempersilahkan
masuk, atau sekedar mengucapkan terima kasih. Entah kemana perginya penghuni
yang tidak tahu diri itu.
#5
Sepi
bergemeretak dari balik pintu. Terlalu takut untuk menatap kumpulan orang di kejauhan.
Dan terlalu takut untuk terlelap.
#6
Laut
yang menjelma gelap, tak pernah marah kepada angin yang senantiasa mengikisnya.
#7
Angin
berbisik membawa pesan yang tak berkata. Manakah yang lebih dulu tercipta, langit atau bumi?


