Wednesday, 12 March 2014

Di Sudut Terminal

“Ayah, aku lapar.”
“Ayah, aku lapar.”
“Ayah, aku kedinginan.”
“Ayah, aku lapar.”
“Tenanglah nak, ayah janji kau tidak akan pernah kelaparan lagi.” Katanya sambil menekan pelatuk. Air mata mengalir di pipinya. 
Dan kemudian rintihan kelaparan itu tak pernah terdengar lagi.

No comments:

Post a Comment