Belakangan ini di
seluruh stasiun televisi lagi rame banget ngebahas tema yang populer setiap 5
tahun sekali. Apa? Ganti gebetan? Bukan.
Ganti gebetan nggak selama itu. Yang populer 5 tahun sekali adalah PEMILU. Sebenernya
apa sih pemilu itu? Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat
secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, public relations, komunikasi massa, lobby, dan kegiatan lain-lain. sejak proklamasi kemerdekaan hingga tahun 2004 di Indonesia telah dilaksanakan pemilihan umum sebanyak sepuluh kali, yaitu dimulai tahun 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009. Jumlah kontestan partai politik dalam pemilihan disetiap tahunnya tidak selalu sama, kecuali pada pemilu tahun 1997 sampai 1997 (Wikipedia).
Nah itu versi
alamiahnya. Kalau menurut masyarakat Indonesia sebagai pihak yang ingin
aspirasinya tersampaikan, pemilu adalah kegiatan coret-coret atau membolongi
kertas yang udah disediain. Dan yang dicoret atau dibolongi itu foto
orang-orang legislatif yang dirasa bisa mewakili mereka. Dalam pemilu ada
lembaga-lembaga yang mengatur, nggak cuma asal ada yang jaga TPS sama yang
nyelupin jari kita ke kolam tinta aja. Ada KPU (Komisi Pemilihan Umum) sama
Banwaslu (Badan Pengawas Pemilu) yang mengatur jalannya pemilu dengan mengikuti
komando presiden. Sebelum masyarakat bisa memilih para ‘wakil’nya dengan tepat,
para calon legislatif ini harus kampanye dulu. Cara kampanye yang bisa
dilakukan macem-macem, mulai dari bikin banner yang ditaro di pinggir-pinggir
jalan, sampe bikin stiker yang ditempel di kaca belakang angkot. Bahkan kalo
kamu punya stasiun tivi, kamu bisa pasang muka kamu di tivi kapanpun. Atau kamu
bisa bikin kuis yang selalu nanyain IP setiap kali ada yang telfon. TERUS NGGAK
ADA LAGI YANG MAU TELFON KE ACARA KUIS KAMU ITU GARA-GARA TERLALU RASIS.
Gimana?
Tapi kalo ngebahas cara
kampanye para calon legislatif ini emang nggak ada abisnya. Terutama yang pake
atribut banner atau baliho gitu. Biasanya mereka bakal pasang ekspresi wajah
terbaik sepanjang hidup, dan slogan-slogan yang dirasa efektif untuk menarik
massa.
Ada yang pake foto tokoh-tokoh besar yang sebenernya nggak ada hubungannya
sama sekali sama dia. Mulai dari presiden, mantan presiden, sampe mantan calon
presiden. Mungkin orang-orang kaya gini sangat nggak pede sama kemampuan
dirinya sendiri, sampe harus ‘didorong’ sama orang yang dia kenal pun nggak. Terakhir liat sih, ada poster caleg yang posenya sambil handstand gitu. Buset, ngeliatinnya aja udah pegel banget, jadi ngebayangin mungkin doi kampanye-nya sambil handstand kemana-mana gitu.
Sob, bantuin gue berdiri dong.. Pegel..
Kabarnya untuk tahun
ini, surat suara yang sah harus dicoblos. Inget ya, dicoblos sekali aja, di
foto atau namanya. Nggak usah lah sok-sok nyoblos tepat di jantungnya supaya
dia ngerasa, toh dia juga udah lupain kamu *duhh*. Dan setelah keluar dari
bilik suara, kamu harus nyelupin jari kamu ke tinta yang udah disediakan.
Langsung celup aja, nggak usah pake nanya, “Mbak, bisa nail art sekalian?”
karena mungkin kamu akan disiram sama tinta ungu.
Karena pemilu tinggal
sebentar lagi, yuk kita ikutin aja euforia-nya. Jangan sampe kepikiran buat
golput, karena satu suara kamu bisa nentuin pemimpin yang bakal ngatur tanggal
merah di kalender. Dan, kamu nggak akan bisa protes sama orang-orang yang
kepilih nanti kalo kinerja mereka ngerugiin kamu dan rakyat lainnya. Ngapain
kamu protes? Kamu kan nggak ngasih dukungan buat mereka. Jadi, yuk kita pakai
hak kita untuk memilih yang pantas untuk memimpin negeri kita tercinta ini!

